MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


 

MAKALAH

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

 

tentang

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Lambang IAIN Bagus

 

 

Oleh Kelompok 13 :

Yessy Azwarni                   412.635

Pertiwi Illya                        412.049

 

 

 

 

Dosen Pembimbing :

Drs. Zainimal, M.Ag

 

JURUSAN TADRIS MATEMATIKA-B

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

1434 H / 2012 M

=============================================================================================

BAB I

PENDAHULUAN

 

Dalam konteks sosial, manusia merupakan konteks sosial, ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak  mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.

Masalah tanggung jawab dalam konteks individual berkaitan dengan konteks teologis manusia sebagai makhluk individual, artinya harus bertanggung jawab terhadap dirinya. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya akan lebih kuat intensitasnya apabila ia memiliki kesadaran yang mendalam. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai akibat keyakinannya terhadap suatu nilai.

Tanggung jawab manusia terhadap Tuhannya timbul karena manusia sadar akan keyakinan terhadap nilai-nilai. Keyakinan ini bersumber dari ajaran agama. Manusia bertanggung jawab terhadap kewajiban menurut keyakinan agamanya. Tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung segala resiko atas apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Tanggung jawab sangat erat kaitannya dengan kewajiban. Karena kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan kepada seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak dan dapat juga tidak mengacu kepada hak. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajiban yang mesti dilakukan.

=============================================================================================

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Makna dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah atau perbuatannya, yang sengaja maupun  yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tiap-tiap manusia sebagai makhluk Allah bertanggung jawab atas perbuatannya. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian dari tugas manusia. Disebut demikian karena manusia selain merupakan makhluk individual, dan makhluk sosial juga merupakan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual maupun teologis.

Pembagian kewajiban bermacam-macam dan berbeda beda. Setiap keadaan hidup menentukan kewajiban tertentu. Status dan peranan seseorang menentukan kewajibannya sendiri. Kewajiban tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Kewajiban terbatas, kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada setiap orang sama, tidak dibeda-bedakan.  Contohnya adalah undang-undang larangan mebunuh, mencuri, yang disampingnya dapat diadakan hukuman-hukuman.
  2. Kewajiban tidak terbatas, yaitu kewajiban ini tanggugn jawabnya diberlakukan kepada semua orang. Tanggung jawab terhadap kewajiban ini nilainya lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati, seperti kewajiban dan keadilan.

 

  1. B.     Macam-macam Tanggung Jawab

Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral dan juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, penasaran sendiri, serta angan dalam berbuat atau bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik disengaja atau tidak. Oleh karena itu manusia harus bertanggung jawab atas dirinya pribadi.

  1. Tanggung Jawab kepada Keluarga

Masyarakat kecil adalah keuarga. Keluarga terdiri dari suami, istri, ayah, ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggotat keluarga. Tiap anggota kelaurga wajib bertanggung jawab terhadap keluarga. Tanggung jawab menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.

  1. Tanggung Jawab terhada Masyarakat

Manusia adalah makhluk sosisal. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh norma-norma dan budaya yang ada pada masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

  1. Tanggung Jawab terhadap Bangsa dan Negara

Satu kenyataan bahwa tiap manusia adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku, ia terikat oleh norma-norma atau ukuran yang dibuat oleh negara. Ia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila pertanggung jawabannya salah, ia harus bertanggung kepada nesgara.

  1. Tanggung Jawab kepada Tuhan

jawab kepada Tuhan menuntut kesadaran manusia untuk memenuhi kewajiban dan pengabdiannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia harus bersyukur kepada Tuhan atas karuniaNya, menciptakan manusia dan memberikan rezeki kepadanya.

 

  1. C.    Pengabdian

Pengabdian adalah pebuatan baik yang berupa pikiran, pendapat atau tanaga sebagai perwujudan kesetiaan antara lain kepada Tuhan, kepada Negara, Raja, cinta, kasih, sayang, yang semuanya itu dilakukan dengan ikhlas. Timbul pengabdian pada seseorang pada hakekatnya karena adanya rasa tanggung jawab padanya. Ada beberapa macam tanggung jawab, yaitu :

  1. Pengabdian kepada Keluarga

Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Istilah keluarga menurut Ki Hajar Dewantara berasal dari kata kawula dan warga. Kawula artinya abdi dan warga artinya anggota. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada istri dan anak-anaknya. Istri kepada suami dan anak-anaknya  atau anak-anak kepada orang tuanya.

  1. Pengabdian kepada Masyarakat

Pada hakekatnya manusia diciptakan Allah sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, dia tidak dapat hidup sendiri. Semenjak lahir hingga mati, manusia selalu memerlukan bantuan orang lain. Untuk kebutuhan ilmunya, manusia tidak bisa mencukupi kebutuhan sendiri. Dia memerlukan bantuan, pertolongan, amal dan jasa orang lain. Al-Qur’an juga mendorong kaum muslimin untuk bekerja sama, bantu-membantu, dan membentuk masyarakat yang seia sekata dan terpadu dimana setiap mukmin merasa terjalin dalam suatu bangunan yang padu dan utuh.

  1. Pengabdian kepada Negara

Allah berfirman dalam QS. An-Nisa’ ayat 59 :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ…

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.

 

Ayat di atas menerangkan bahwa kepala-kepala instansi pemerintah yang wajib ditaati rakyat, tidak boleh ditentang. Ayat itu juga menerangkan tentang siapa-siapa kepala instansi pemerintahan yang tidak wajib ditaati atau dituruti.

  1. Pengabdian kepada Tuhan

Manusia adalah makhluk ciptaan-Nya, manusia wajib berbakti dan mengabdi kepada Allah yang Maha Kuasa. Tujuan Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembah kepada Allah, sebagai mana firman Allah SWT  dalam QS. Az-Dzaariyat ayat 56 :

فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذَنُوبًا مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَابِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُونِ

Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

 

  1. D.    Kesadaran

Kesadaran adalah keinsyafan akan suatu perbuatan. Sadar artinya merasa, tahu atau ingat (kepada  keadaan sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali (dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur), ingat, tahu, mengerti. Misalnya rakyat telah sadar akan politik. Jadi kesadaran adalah hati atau pikiran yang telah terbuka atau tentang apa yang telah dikerjakan.

Kesadaran moral sangat penting dieprhatikan, pelanggaran moral dapat merusak norma. Walaupun semua kesadaran sangat penting, karena ketidaksadaran adalah salah satu hal yang dapat menggoncangkan atau sekurang-kurangnya membuat kepincangan dalam hidup.

 

  1. E.     Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban, artinya memberikan secara ikhlas, harta, benda, waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin nyawa, demi cita atau ikatannya dengan sesuatu demi kesetiaan, keberanian.

Pengorbanan merupakan akibat dari pengertian. Pengorbanan dapat berupa benda, pikiran, perasaan, bahkan juga berupa jiwa. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, ada perjanjian, tanpa ada trans aksi, kapan saja diperlukan.

  1. Pengorbanan kepada Keluarga
  2. Pengorbanan kepada Masyarakat
  3. Pengorbanan kepada Bangsa dan Negara
  4. Pengorbanan kepada Kebenaran
  5. Pengorbanan kepada Agama
About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s